What's New Here?

Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Kampus. Tampilkan semua postingan

Menciptakan SP Yang Serba Pasti-Serba Padat-Serba Praktis-Serba Powerfull di FTK




Hari Jumat tanggal 26 Jui 2015 merupakan hari pertama perkuliahan semester (super) pendek. Tugas yang serba pendek ini memang dilakukan dengan menggunakan pesan (super) pendek. Tujuannya adalah untuk memberikan layanan prima kepada mahasiswa membutuhkan. Awalnya, berbagai tanggapan sumir yang masuk ke telinga beberapa dosen, namun ternyata setelah ditimbang, semua pihak harus memahami bahwa adanya SP adalah sebesar besarnya untuk kemaslahatan mahasiswa – selaku anak-anak kita yang memiliki hak dilayani.

Serba Pasti.  SP ini memberikan kepastian kepada mahasiswa bahwa mereka akan mendapatkan layanan yang proporsional. Pasti jadwalnya, pasti materinya, pasti proses pembelajarannya, pasti tolok ukuran keberhasilannya serta pasti produk yang akan dihasilkan selama dan setelah perkuliahan berlangsung. Untuk memastikan hal tersebut, maka Dosen membuat jadwal, distribusi tagihan kepada mahasiswa, soal yang akan diberikan kepada mahasiswa sebagai alat evaluasi keberhasilan.

Serba Padat. Mengingat waktu yang dibatasi, maka program perkuliahan dilaksanakan dengan sangat padat. Materi padat, kegiatan mahasiswa padat, pengerjaan soal setiap pertemuan, presentasi dilakukan di setiap pertemuan, evaluasi dilakukan di setiapa pertemuan dalam waktu yang singkat. Pendeknya perkuliahan dilakukan dengan penuh aktivitas mahasiswa yang mendorong Dosen harus ekstra padat menangani semua rekam jejak mahasiswa.

Serba Praktis. SP yang dilakukan dalam waktu yang singkat mendorong kreativitas Dosen untuk mengelola perkuliahan dengan praktis. Praktis dalam menyampaikan materi, bahan presentasi, serta penggunaan sumber belajara yang praktis. Mahasiswa dapat menggunakan HP, tablet dan sejenisnya dalam setiap perkuliahan. Pada kondisi seperti ini, Dosen tidak bisa melarang dan membendung ruang-ruang yang terbuka lebar pada diri mahasiswa. Mahasiswa dapat mengakses soal, ringkasan teori sampai cara mengerjakan soal-soalpun dengan sangat mudah. Dosen dapat mendampingi mereka dengan memberikan trik-trik cepat memperoleh informasi yang baik dan menunjang.
 
Serba Powerfull. Penyajian perkuliahan di semester pendek ini memang perlu kreativitas ekstra. Pada awal perkuliahan Dosen perlu menghadirkan suasana yang menyenangkan, tidak kaku, dan mengalir dengan alami. Suasana hati mereka menjadi cair, tidak lagi memandang Dosen sebagai satu-satunya penentu nasib mereka di masa yang akan datangn (untuk mata kuliah tertentu). Mahasiswa lebih enjoy. Kondisi yang menyenangkan ini memberikan dorongan yang kuat terhadap keinginan dan kesanggupan mahasiswa untuk ikukt belajar. Setiap mahasiswa merasa kelas adalah miliknya, setiap orang berbicara menjadi bahan untuk dipikirkan dan direnungkan, setiap kata-kata Dosen menjadi inspirasi kemajuan berpikir mereka. Suasana ini harus terus diperkuat. Untuk memperkuat suasana tersbut dilakukan interaksi positif antar mahasiswa dalam kelompok dan antar kelompok. Kegiatan perkuliahan perlu banyak diisi dengan interaksi psikologis, interaksi akademis dan interaksi religious yang intens antar mahasiswa dan antar  mahasiswa dengan Dosen.

Mudah-mudahan program semester pendek untuk mata kuliah Fisika Dasar ini menjadi jalan untuik kebaikan mahasiswa dan Dosen.

(Chaerul Rochman , 26 Juni 2015)


Menciptakan SP Yang Serba Pasti-Serba Padat-Serba Praktis-Serba Powerfull di FTK

Posted by Best Practice of Teaching and Learning No comments




Hari Jumat tanggal 26 Jui 2015 merupakan hari pertama perkuliahan semester (super) pendek. Tugas yang serba pendek ini memang dilakukan dengan menggunakan pesan (super) pendek. Tujuannya adalah untuk memberikan layanan prima kepada mahasiswa membutuhkan. Awalnya, berbagai tanggapan sumir yang masuk ke telinga beberapa dosen, namun ternyata setelah ditimbang, semua pihak harus memahami bahwa adanya SP adalah sebesar besarnya untuk kemaslahatan mahasiswa – selaku anak-anak kita yang memiliki hak dilayani.

Serba Pasti.  SP ini memberikan kepastian kepada mahasiswa bahwa mereka akan mendapatkan layanan yang proporsional. Pasti jadwalnya, pasti materinya, pasti proses pembelajarannya, pasti tolok ukuran keberhasilannya serta pasti produk yang akan dihasilkan selama dan setelah perkuliahan berlangsung. Untuk memastikan hal tersebut, maka Dosen membuat jadwal, distribusi tagihan kepada mahasiswa, soal yang akan diberikan kepada mahasiswa sebagai alat evaluasi keberhasilan.

Serba Padat. Mengingat waktu yang dibatasi, maka program perkuliahan dilaksanakan dengan sangat padat. Materi padat, kegiatan mahasiswa padat, pengerjaan soal setiap pertemuan, presentasi dilakukan di setiap pertemuan, evaluasi dilakukan di setiapa pertemuan dalam waktu yang singkat. Pendeknya perkuliahan dilakukan dengan penuh aktivitas mahasiswa yang mendorong Dosen harus ekstra padat menangani semua rekam jejak mahasiswa.

Serba Praktis. SP yang dilakukan dalam waktu yang singkat mendorong kreativitas Dosen untuk mengelola perkuliahan dengan praktis. Praktis dalam menyampaikan materi, bahan presentasi, serta penggunaan sumber belajara yang praktis. Mahasiswa dapat menggunakan HP, tablet dan sejenisnya dalam setiap perkuliahan. Pada kondisi seperti ini, Dosen tidak bisa melarang dan membendung ruang-ruang yang terbuka lebar pada diri mahasiswa. Mahasiswa dapat mengakses soal, ringkasan teori sampai cara mengerjakan soal-soalpun dengan sangat mudah. Dosen dapat mendampingi mereka dengan memberikan trik-trik cepat memperoleh informasi yang baik dan menunjang.
 
Serba Powerfull. Penyajian perkuliahan di semester pendek ini memang perlu kreativitas ekstra. Pada awal perkuliahan Dosen perlu menghadirkan suasana yang menyenangkan, tidak kaku, dan mengalir dengan alami. Suasana hati mereka menjadi cair, tidak lagi memandang Dosen sebagai satu-satunya penentu nasib mereka di masa yang akan datangn (untuk mata kuliah tertentu). Mahasiswa lebih enjoy. Kondisi yang menyenangkan ini memberikan dorongan yang kuat terhadap keinginan dan kesanggupan mahasiswa untuk ikukt belajar. Setiap mahasiswa merasa kelas adalah miliknya, setiap orang berbicara menjadi bahan untuk dipikirkan dan direnungkan, setiap kata-kata Dosen menjadi inspirasi kemajuan berpikir mereka. Suasana ini harus terus diperkuat. Untuk memperkuat suasana tersbut dilakukan interaksi positif antar mahasiswa dalam kelompok dan antar kelompok. Kegiatan perkuliahan perlu banyak diisi dengan interaksi psikologis, interaksi akademis dan interaksi religious yang intens antar mahasiswa dan antar  mahasiswa dengan Dosen.

Mudah-mudahan program semester pendek untuk mata kuliah Fisika Dasar ini menjadi jalan untuik kebaikan mahasiswa dan Dosen.

(Chaerul Rochman , 26 Juni 2015)


Pembelajaran Tentang Jurnal Lebih Bermakna dari Prof. Ronald Lukenburg



Hari Selasa tanggal 23 Juni 2015 sekitar pukul 09.00 dan berakhir pukul 11.45, bertempat di Lantai 4 Gedung Fakultas Tabriyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, terlah berlangsung temu ilmiah dengan Prof, Ronad Lukenburg. Seorang pofesor antropolog Amarika kelahiran Maroko.  Pada kesempatan itu acara dibuka oleh Prof. Dr. H Mahmud, M.Si, selaku Dekan FTK dan Rektor Terpilih. Peremuan yang sangat santai namun penuh keakraban dihadiri oleh Staf Jurnal Fakutas Tarbiyah dan Keguruan dan beberapa Dosen di lingkungan FTK.

Dengan dipandu oleh ibu Dra. Erni,Ph.D, acara bergulir lancer. Pokok informasi berkisar pada bagaimana gambaran penilaian Prof. Ronald terhadap beberapa jurnal Nasional yang beremangat untuk menjadi jurnal internasional. Ia menilai bahwa konten maupun bahasa jurnal local yang ingin meningkatkan menjadi Jurnal Internasional masih belum memadai. Hal ini disebabkan karena beberapa hal, antara lain: (1) bahasa yang dikembangkan pada setiap makalah masih belum sepenuhnya dimengerti oleh “Orang Inggris”, masih berbentuk bahasa Indonesia yang di Inggriskan; (2) kurangnya tim reviewer ahli untuk bidang-bidang ilmu yang menjadi warna jurnal, (3) masih adanya penggunaan rujukan atau referensi yang sudah out of date (usang), meskipun memang tidak bisa disangkal masih ada beberapa rujukan lawas yang patut dijadikan rujukan; dan (4) belum dapat mengikuti trend kajian dan penelitian yang sedang berkembang di dunia terakhir sesuai dengan bidang kajian keilmuan.

Beberapa peserta mengajukan pertanyaan, seperti dari Dr. Dindin Djamaluddin, M.Ag, Dr. Dian, M.Ag, Dr. H. Sajidin, S.Si, M.Pd. Mereka menanyakan sekitar kiat-kiat dalam menyusun jurnal yang layak ditayang sebagai naskah bertaraf internasional serta mengahadapi kendala yang ada. Prof. Ronald menyarankan hal-hal berikut: (1) mengadakan seminiar tematik untuk mendukung sumber naskah Jurnal, (2) memoerbanyak tim reviewer internasional dari berbagai Negara, (3) menyempurnakan bahasa inggris yang dapat dimengnerti oleh “orang Inggris”, (4) sebaiknya institusi berlangganan jurnal internasional secara rutin dan dapat dibaca oleh semua Dosen dan mahasiswa, dan (5) membiasakan untuk menggunakan dokumen digital agar lebih praktis, murah dan mudah serta cepat.

Pembelajaran penting dari pertemuan tersebut adalah: (1) betapa pentinya setiap tenaga pendidik untuk terus melakukan penelitian sesuai dengan tugas pokok Dosen, yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat sesuai dengan karakteristik bidang keilmuan, (2) Penelitian dan kejian keilmuan adalah menjadai ruh kehidupan seorang Dosen, artinya harus diakui bahwa kerja penelitian dan kajian termasuk membuat naskah untuk jurnal adalah jalan untuk meningkatkan makna kehidupan. (Chaerul, 23 Juni 2015)

Pembelajaran Tentang Jurnal Lebih Bermakna dari Prof. Ronald Lukenburg

Posted by Best Practice of Teaching and Learning No comments



Hari Selasa tanggal 23 Juni 2015 sekitar pukul 09.00 dan berakhir pukul 11.45, bertempat di Lantai 4 Gedung Fakultas Tabriyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, terlah berlangsung temu ilmiah dengan Prof, Ronad Lukenburg. Seorang pofesor antropolog Amarika kelahiran Maroko.  Pada kesempatan itu acara dibuka oleh Prof. Dr. H Mahmud, M.Si, selaku Dekan FTK dan Rektor Terpilih. Peremuan yang sangat santai namun penuh keakraban dihadiri oleh Staf Jurnal Fakutas Tarbiyah dan Keguruan dan beberapa Dosen di lingkungan FTK.

Dengan dipandu oleh ibu Dra. Erni,Ph.D, acara bergulir lancer. Pokok informasi berkisar pada bagaimana gambaran penilaian Prof. Ronald terhadap beberapa jurnal Nasional yang beremangat untuk menjadi jurnal internasional. Ia menilai bahwa konten maupun bahasa jurnal local yang ingin meningkatkan menjadi Jurnal Internasional masih belum memadai. Hal ini disebabkan karena beberapa hal, antara lain: (1) bahasa yang dikembangkan pada setiap makalah masih belum sepenuhnya dimengerti oleh “Orang Inggris”, masih berbentuk bahasa Indonesia yang di Inggriskan; (2) kurangnya tim reviewer ahli untuk bidang-bidang ilmu yang menjadi warna jurnal, (3) masih adanya penggunaan rujukan atau referensi yang sudah out of date (usang), meskipun memang tidak bisa disangkal masih ada beberapa rujukan lawas yang patut dijadikan rujukan; dan (4) belum dapat mengikuti trend kajian dan penelitian yang sedang berkembang di dunia terakhir sesuai dengan bidang kajian keilmuan.

Beberapa peserta mengajukan pertanyaan, seperti dari Dr. Dindin Djamaluddin, M.Ag, Dr. Dian, M.Ag, Dr. H. Sajidin, S.Si, M.Pd. Mereka menanyakan sekitar kiat-kiat dalam menyusun jurnal yang layak ditayang sebagai naskah bertaraf internasional serta mengahadapi kendala yang ada. Prof. Ronald menyarankan hal-hal berikut: (1) mengadakan seminiar tematik untuk mendukung sumber naskah Jurnal, (2) memoerbanyak tim reviewer internasional dari berbagai Negara, (3) menyempurnakan bahasa inggris yang dapat dimengnerti oleh “orang Inggris”, (4) sebaiknya institusi berlangganan jurnal internasional secara rutin dan dapat dibaca oleh semua Dosen dan mahasiswa, dan (5) membiasakan untuk menggunakan dokumen digital agar lebih praktis, murah dan mudah serta cepat.

Pembelajaran penting dari pertemuan tersebut adalah: (1) betapa pentinya setiap tenaga pendidik untuk terus melakukan penelitian sesuai dengan tugas pokok Dosen, yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat sesuai dengan karakteristik bidang keilmuan, (2) Penelitian dan kejian keilmuan adalah menjadai ruh kehidupan seorang Dosen, artinya harus diakui bahwa kerja penelitian dan kajian termasuk membuat naskah untuk jurnal adalah jalan untuk meningkatkan makna kehidupan. (Chaerul, 23 Juni 2015)

Recent Posts

back to top