What's New Here?

Tampilkan postingan dengan label GoHidroponik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GoHidroponik. Tampilkan semua postingan

Membudidayakan Tanaman Hidroponik dan Padi Hitam di Tepian Waduk Saguling Lokasi KKMT UIN Bandung Tahun 2015



Penulis memberi penyuluhan Hidroponik sederhana

 Hari Sabtu tanggal 8 Agustus 2015 merupakan hari bersejarah bagi segeranp mahasiswa KKMT UIN Bandung Tahun 2015. Di hari itu mereka –yang didampingi oleh penulis- melakukan kegiatan Lokakarya KKMT di lokasi yang terletak di tepian waduk Saguling Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung. Hari yang memberikan kesan tersendiri dimana Aula Desa penuh dengan warga yang sangat antusias mengikuti lokakarya KKMT dipandu oleh Dr. H. Chaerul Rochman, M.Pd (DPL) selama 3 jam dari pukul 13.30 sampai dengan 17.00 WIB.

Ibu-Ibu aktif praktik membuat media hidroponik
Dua informasi yang telah disampaikan dari DPL kepada warga masyarakat, yaitu bagaimana upaya membudidayakan tanaman sayuran khususnya melalui teknik hidroponik. Kedua, adalah bagaimana membudidayakan tanaman padi hitam yang memiliki khasiat yang sangat luar biasa. DPL memulai dengan menjelasakan latar belakang dan manfaat tanaman dengan menggunakan teknik hidroponik. Semua warga yang menghadiri lokakarya tersebut menyimak secara seksama dan mempraktikan pembuatan media hidroponik serta melakukan penanaman langsung yaitu memindahkan bibit yang sudah mulai tumbuh ke media yang baru dibuat. Media yang dibuat berasal dari limbang botol air mineral ukuran 600 mL. Mereka ditrampilkan memotong media botol, memasukkan sumbu dan memindahkan rockwal ke dalam media.
Penulis bersama mahasiswa KKMT Desa Karang Anyar
Pada sesi kedua, Penulis memberikan penjelasan mengenai tahapan penanaman/pembudidayaan padi hitam. Penjelasan dimulai dari apa manfaat padi hitam bagi kesehatan kita. Penjelasan berikutntya adalah bagaimana cara penanaman bibit padi melalui persemaian yang tepat. Pengolahan tanah pun menjadi syarat bagi penanaman yang baik padi hitam. Penanaman dengan jarak antar tanaman yang diatur seperti model legowo. Strategi lainnya adalah teknik pemberian pupuk dan penyemprotan pupuk organik. Kelebihan tanaman padi hitam ini antara lain dengan penggunaan waktu tanam sama dengan waktu tanam padi biasa, juga teknik pemeliharaannya yang tidak terlalu sulit. Selain adanya kemudahan dalam pemeliharaannya, padi hitam juga memiliki potensi ekonomi yang sangat tinggi. Karena harga jual padi hitam yang baik dapat 2 sampai 2,5 kali lipat harga padi biasa.
 
Beberapa pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dari kegiatan lokakarya pembudidayaan tanaman sayuran memalui hidroponik dan pembudidayaan padi hitam adalah: (1) masyarakat mengerti solusi mendapatkan sayuran yang sehat dan mudah, (2) masyarakat mendpatkan kemudahan dalam membudidayakan sayuran dengan teknik yang sangat sederhana, (3) masyarakat tahu manfaat dan fungsi padi hitam untuk kesehatan, (4) masyarakat tumbuh kemampuan dan kesanggupan dalam membudidayakan padi hitam di lahan sawah biasa, (5) masyarakat lebih menyadari akan manfaat padi hitam pada aspek fisik maupun aspek ekonomi yang lebih potensial dan memiliki nilai tambah

Membudidayakan Tanaman Hidroponik dan Padi Hitam di Tepian Waduk Saguling Lokasi KKMT UIN Bandung Tahun 2015

Posted by Best Practice of Teaching and Learning No comments



Penulis memberi penyuluhan Hidroponik sederhana

 Hari Sabtu tanggal 8 Agustus 2015 merupakan hari bersejarah bagi segeranp mahasiswa KKMT UIN Bandung Tahun 2015. Di hari itu mereka –yang didampingi oleh penulis- melakukan kegiatan Lokakarya KKMT di lokasi yang terletak di tepian waduk Saguling Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Cililin Kabupaten Bandung. Hari yang memberikan kesan tersendiri dimana Aula Desa penuh dengan warga yang sangat antusias mengikuti lokakarya KKMT dipandu oleh Dr. H. Chaerul Rochman, M.Pd (DPL) selama 3 jam dari pukul 13.30 sampai dengan 17.00 WIB.

Ibu-Ibu aktif praktik membuat media hidroponik
Dua informasi yang telah disampaikan dari DPL kepada warga masyarakat, yaitu bagaimana upaya membudidayakan tanaman sayuran khususnya melalui teknik hidroponik. Kedua, adalah bagaimana membudidayakan tanaman padi hitam yang memiliki khasiat yang sangat luar biasa. DPL memulai dengan menjelasakan latar belakang dan manfaat tanaman dengan menggunakan teknik hidroponik. Semua warga yang menghadiri lokakarya tersebut menyimak secara seksama dan mempraktikan pembuatan media hidroponik serta melakukan penanaman langsung yaitu memindahkan bibit yang sudah mulai tumbuh ke media yang baru dibuat. Media yang dibuat berasal dari limbang botol air mineral ukuran 600 mL. Mereka ditrampilkan memotong media botol, memasukkan sumbu dan memindahkan rockwal ke dalam media.
Penulis bersama mahasiswa KKMT Desa Karang Anyar
Pada sesi kedua, Penulis memberikan penjelasan mengenai tahapan penanaman/pembudidayaan padi hitam. Penjelasan dimulai dari apa manfaat padi hitam bagi kesehatan kita. Penjelasan berikutntya adalah bagaimana cara penanaman bibit padi melalui persemaian yang tepat. Pengolahan tanah pun menjadi syarat bagi penanaman yang baik padi hitam. Penanaman dengan jarak antar tanaman yang diatur seperti model legowo. Strategi lainnya adalah teknik pemberian pupuk dan penyemprotan pupuk organik. Kelebihan tanaman padi hitam ini antara lain dengan penggunaan waktu tanam sama dengan waktu tanam padi biasa, juga teknik pemeliharaannya yang tidak terlalu sulit. Selain adanya kemudahan dalam pemeliharaannya, padi hitam juga memiliki potensi ekonomi yang sangat tinggi. Karena harga jual padi hitam yang baik dapat 2 sampai 2,5 kali lipat harga padi biasa.
 
Beberapa pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dari kegiatan lokakarya pembudidayaan tanaman sayuran memalui hidroponik dan pembudidayaan padi hitam adalah: (1) masyarakat mengerti solusi mendapatkan sayuran yang sehat dan mudah, (2) masyarakat mendpatkan kemudahan dalam membudidayakan sayuran dengan teknik yang sangat sederhana, (3) masyarakat tahu manfaat dan fungsi padi hitam untuk kesehatan, (4) masyarakat tumbuh kemampuan dan kesanggupan dalam membudidayakan padi hitam di lahan sawah biasa, (5) masyarakat lebih menyadari akan manfaat padi hitam pada aspek fisik maupun aspek ekonomi yang lebih potensial dan memiliki nilai tambah

Menjadi Peserta Temu Karya Hidroponik 2015


Seperti halnya di daerah perkotaan seperti Bandung ataupun Yogyakarta merupakan kota dengan luas wilayah yang tidak terlalu besar. Sempitnya lahan ini hendaknya tidak mengecilkan semangat masyarakat perkotssn untuk bercocok tanam secara mandiri. Untuk menyiasatinya, bercocok tanam dengen metode hidroponik bisa menjadi solusinya, demikian ungkap Istri Walikota Yogyakarta, Trikirana Muslidatun saat membuka acara Temu Karya Hidroponik 2015 di Pasar Ikan Higienis, Jl. Tegalturi Yogyakarta pada hari Sabtu (13/6) pagi.
Penanaman Hidroponik yang hamper tidak ada penggunaan pestisida dan bahan kimia lainnya juga bisa membuatnya lebih aman dikonsumsi sehingga baik bagi kesehatan.   Sekarang ini seringkali kita ada keraguan dengan bahan makanan yang ada di pasaran, terutama yang impor. Menanam tanaman konsumsi secara hidroponik merupakan salah satu jalan terbaik untuk menghindari bahan makanan dengan kandungan kimia berbahaya, demikian tutur Bu Ana Haryadi yang juga didampingi kawan lamanya dari Bandung pa Nur Ponco Tedjo. Selepas memberi sambutan, Ibu Walikota kemudian meletakkan tanaman hidroponik dalam rak yang telah disediakan panitia sebagai simbol dari dibukanya acara ini secara resmi. Segenap peserta yang hadir kemudian melakukan hal yang sama untuk memenuhi rak tersebut.
Komunitas Sahabat Hidroponik yang megadakan Temu Karya Hidroponik adalah untuk ajang silaturahmi seluruh penggiat tanaman hidroponik se-Indonesia, selain itu juga dijadikan sebagai ajang sharing ilmu dan edukasi bagi pelaku hidroponik “Sampai sekarang sudah terdaftar sekitar 200 peserta yang datang dari seluruh penjuru Indonesia. Diantara yang hadir utusan dari Bandung, Pa Nur Ponco Tedjo dan Dr. Chaerul Rochman, M.Pd. Mereka hadir untuk saling bersilaturahmi karena selama ini komunikasi hanya lewat internet atau telepon, selain itu acara ini juga menjadi media bertukar ilmu antar penggiat Hidroponik.
Acara yang akan digelar selama dua hari ini hingga besok Minggu (14/6) juga akan diisi oleh diskusi dan seminar mengenai Cocok Tanam Hidroponik. Topik yang akan diangkat meliputi Tanaman Hidroponik dan efeknya terhadap lingkungan, nutrisi bagi tanaman hidroponik, dan unsur estetika dalam cocok tanam hidroponik.
Hidroponik adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan beberapa cara bercocok tanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah sehingga bisa menghemat air. Kelebihan hidroponik lainnya adalah relatif lebih mudah, tidak membutuhkan banyak lahan, dan membuka luas kreatifitas penanamnya untuk memberi unsur estetika pada media tanam hidroponik. Saat ini peminat Hidroponik di Yogyakarta, baik untuk sekedar klangenan maupun tujuan ekonomi semakin tinggi.
(Disadur dari Wong Humas Pemkot YK 19 oleh Chaerul Rochman)

Menjadi Peserta Temu Karya Hidroponik 2015

Posted by Best Practice of Teaching and Learning No comments


Seperti halnya di daerah perkotaan seperti Bandung ataupun Yogyakarta merupakan kota dengan luas wilayah yang tidak terlalu besar. Sempitnya lahan ini hendaknya tidak mengecilkan semangat masyarakat perkotssn untuk bercocok tanam secara mandiri. Untuk menyiasatinya, bercocok tanam dengen metode hidroponik bisa menjadi solusinya, demikian ungkap Istri Walikota Yogyakarta, Trikirana Muslidatun saat membuka acara Temu Karya Hidroponik 2015 di Pasar Ikan Higienis, Jl. Tegalturi Yogyakarta pada hari Sabtu (13/6) pagi.
Penanaman Hidroponik yang hamper tidak ada penggunaan pestisida dan bahan kimia lainnya juga bisa membuatnya lebih aman dikonsumsi sehingga baik bagi kesehatan.   Sekarang ini seringkali kita ada keraguan dengan bahan makanan yang ada di pasaran, terutama yang impor. Menanam tanaman konsumsi secara hidroponik merupakan salah satu jalan terbaik untuk menghindari bahan makanan dengan kandungan kimia berbahaya, demikian tutur Bu Ana Haryadi yang juga didampingi kawan lamanya dari Bandung pa Nur Ponco Tedjo. Selepas memberi sambutan, Ibu Walikota kemudian meletakkan tanaman hidroponik dalam rak yang telah disediakan panitia sebagai simbol dari dibukanya acara ini secara resmi. Segenap peserta yang hadir kemudian melakukan hal yang sama untuk memenuhi rak tersebut.
Komunitas Sahabat Hidroponik yang megadakan Temu Karya Hidroponik adalah untuk ajang silaturahmi seluruh penggiat tanaman hidroponik se-Indonesia, selain itu juga dijadikan sebagai ajang sharing ilmu dan edukasi bagi pelaku hidroponik “Sampai sekarang sudah terdaftar sekitar 200 peserta yang datang dari seluruh penjuru Indonesia. Diantara yang hadir utusan dari Bandung, Pa Nur Ponco Tedjo dan Dr. Chaerul Rochman, M.Pd. Mereka hadir untuk saling bersilaturahmi karena selama ini komunikasi hanya lewat internet atau telepon, selain itu acara ini juga menjadi media bertukar ilmu antar penggiat Hidroponik.
Acara yang akan digelar selama dua hari ini hingga besok Minggu (14/6) juga akan diisi oleh diskusi dan seminar mengenai Cocok Tanam Hidroponik. Topik yang akan diangkat meliputi Tanaman Hidroponik dan efeknya terhadap lingkungan, nutrisi bagi tanaman hidroponik, dan unsur estetika dalam cocok tanam hidroponik.
Hidroponik adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan beberapa cara bercocok tanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah sehingga bisa menghemat air. Kelebihan hidroponik lainnya adalah relatif lebih mudah, tidak membutuhkan banyak lahan, dan membuka luas kreatifitas penanamnya untuk memberi unsur estetika pada media tanam hidroponik. Saat ini peminat Hidroponik di Yogyakarta, baik untuk sekedar klangenan maupun tujuan ekonomi semakin tinggi.
(Disadur dari Wong Humas Pemkot YK 19 oleh Chaerul Rochman)

Recent Posts

back to top